PERTENGKARAN ANTAR TEMAN
Suasana kelas sangat ramai, seperti biasa guru datang dan suasana langsung hening. Setelah dua jam berlalu akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Lalu guru tersebut memberi tugas kelompok yang masing – masing kelompok beranggotakan 3 orang.Bobi, Wayan, Risky, Rozaq, Kholiq, Firda adalah sahabat dan mereka berunding untuk menentukan kelompok.Akhirnya, Risky, Kholiq dan Wayan menjadi satu kelompok dan Bobi, Rozaq, Firda menjadi satu kelompok juga.
“ lho, gimana ini????????????” kata Firda, Lalu Wayan menengahi, “bagaimana kalau aku, Risky, sama fida satu kelompok? Lalu sisanya buat kelompok sendiri.gimana??”. “ budal!!! “ kata Risky. “ngikut” saut firda. Rozaq menyetujui, “ya udah, dari pada susah2”. “terserah..” kata Bobi.
Setelah itu, Risky meminta Kholiq untuk mencari referensi di perpustakaan.Dengan senang hati Kholiq menyetujui dan berjalan menyusuri koridor sekolah menuju perpustakaan. Di sisi lain, Rozaq, Firda, dan Bobi mau mencari referensi di perpustakaan juga. Suasana di perpus seperti biasanya namun kali ini Kholiq merasakan sesuatu yang aneh.Setelah menemukan referensi Kholiq segera keluar, namun tiba – tiba ada suara buku terjatuh.Lalu Kholiq terkejut namun Kholiq tidak menghiraukannya.Suara itu kembali muncul hingga beberapa kali sampai mengundang perhatiannya.“ Hah.. apa itu? “. Namun tiba – tiba beberapa buku jatuh menimpanya sehingga ia terjatuh dan berteriak. Lalu, Rozaq mendengar suara jeritan yang familiar.kemudian Rozaq, Firda, dan Bobi menghampiri suara tersebut dan menemukan Kholiq yang sedang shok. “ada apa?” Tanya Firda. “hah,, kertas apa itu?” Bobi terheran – heran lalu membacanya. “hei.. liat itu ada mawar merah!” tunjuk Rozaq.
Keesokan harinya, Risky marah-marah karena fida tidak membawa referensi apapun.Lalu Wayan menengahi, “ sudah-sudah, daripada kita bertengkar, lebih baik kita mengenjakan tugas bersama-sama :) “.Tak terasa bel pulang pun berbunyi. Saat Wayan di parkiran ia bertemu dengan Bobi. “ ayo req, maen! “ ajak Bobi. “ ayo !” Wayan menyetujui.Lalu mereka pergi ke warnet dekat sekolah.Tidak terasa hari sudah larut malam, mereka pun bergegas untuk pulang.Waktu di jalan Bobi dengan isengnya meninggalkan Wayan di jalan yang sepi.Karena jalan tersebut gelap tidak sengaja Wayan menubruk sebuah batu besar dan membuat bannya kempes, terpaksa Wayan menuntun sepedanya sampai di rumah. Sepanjang jalan ia merasa ada yang mengikutinya, sejenak ia menoleh ke belakang. Tiba – tiba di tengah jalan terdapat setangkai mawar merah.Ia terheran – heran lalu ia membalikkan badan, ternyata di depannya ada selembar kertas. Setelah membacanya, Wayan terkejut karena Bobi tiba – tiba mengagetkannya dari belakang.“ hah.. kamu itu sukanya menjaili orang.” Kata Wayan.“ ya, ma’af “ sahut Bobi. “ kamu ngapain ngasih surat – surat kayak beginian?” Tanya Wayan. “surat apa?” bela Bobi.” Ya sudahlah ga usah di bahas.Ayo pulang!” ajak Wayan.
Esoknya hari berjalan seperti biasa, tetapi ada yang berbeda dengan Risky. Tidak jarang ia senyum sediri, awalnya ia bersikap tertutup kepada teman – temannya. Ketika istirahat pertama, Risky dan teman – temannya pergi ke perpustakaan. Saat Risky berbicara dengan Rozaq, Kholiq, dan Firda, tidak sengaja ia menceritakan tentang kejadian yang dialaminya tadi pagi. Ia mendapatkan setangkai bunga mawar merah dari seseorang, tapi Risky tidak mengetahui siapa yang telah memberinya mawar tersebut. Namun ia tidak menceritakan tentang surat yang ia terima. Berdasarkan surat yang ia terima, Risky pun menuju ke lorong sekolah. Tiba – tiba Risky dikejutkan dengan bingkisan indah yang ternyata isinya boneka mengerikan.
Sementara itu, di perpustakaan sekolah Firda, Rozaq dan Bobi bersiap-siap untuk pulang.
“ Suara apa itu ?” kata Bobi. “ sepertinya ada suara yang aneh tapi terdengar tidak asing di telingaku” timpal Rozaq. “Suara apa siih, aku tidak mendengar apa-apa.Mungkin itu hanya halusinasi kalian. Aku tahu kok kalian capek. Mungkin itu pertanda kita harus pulang.“ “ oke, ide bagus!” balas Bobi. “ bagaimana kalau kita lewat lorong belakang saja. Lebih cepat bukan ?” saran Rozaq. “ ayo !” Bobi semangat.
Saat dalam perjalanan pulang , mereka saling menjaili satu sama lain. Dan pada saat pertengahan lorong, mereka melihat seorang gadis terkapar dengan tangan memegang boneka berlumuran darah.Mereka bertigapun spontan berlari menghampiri gadisitu.Mereka sangat terkejut melihat gadis itu, ternyata gadis itu adalah Risky teman sekelas mereka.“ Asstaghfirullah, Risky !” teriak Firda. “ Aku akan mencari bantuan ke tukang kebun sekolah “ timbul inisiatif dari Bobi. “ Aku akan mengambil handuk dan baskom air untuk membersihkan darahnya” sahut Rozaq. “ Terus, aku gimana ?” Firda pun tampak kebingungan. “ ya kamu sementara jagain Risky dulu disini, kalau ada apa-apa kamu tinggal panggil kita aja.” Jelas Bobi.“ Tapi cepat yaa, aku takut disini, lagipula aku takut Risky kenapa-napa.” Jawab Firda.“ ok, I’ll be right back “ Rozaq said to calm Firda.
Bobi dan Rozaq pergi meninggalkan Firda.Mereka berlari berpisah.Sementara itu, Firda berusaha untuk menyadarkan Risky.Beberapa saat kemudian, mereka kembali berkumpul di lorong tempat Risky terkapar.Namun sayang, Bobi tidak bisa mendatangkan tukang kebun. Untungnya, Rozaq berhasil membawa apa yang dibutuhkan untuk membersihkan darah sekaligus menyadarkan Risky. Saat Risky mulai menunjukkan tanda-tanda kesadarannya, tiba-tiba Wayan dan Fida datang dan langsung histeris melihat keadaan Risky yang tidak sadarkan diri.Mereka langsung menanyakan kepada Firda, Bobi, dan Rozaq apa yang terjadi kepada Risky. Tak lama kemudian Risky terbangun dari pingsannya.Lalu Risky menceritakan kejadian yang menimpanya.Setelah itu, Karena hari sudah gelap mereka pulang kerumah masing – masing.Sedangkan Risky pulang di antarkan Fida dan Wayan.
Disepanjang perjalanan pulang, mereka membicarakan dalang atas semua kejadian aneh yang terjadi akhir –akhir ini yang menimpanya.“ kamu merasakan hal yang aneh tidak?” kata fida. “emang apa?” sahut Wayan. “memangnya kamu tidak pernah ?” Tanya Fida. “Pernah.Waktu aku dengan Bobi pulang dari warnet, Bobi meninggalkanku di jalan yang sepi dan gelap.Lalu aku menemukan sebuah mawar merah dan selembar kertas.Ternyata kertas itu berisi ancaman.Tiba – tiba Bobi mengejutkanku dari belakangan”jawab Wayan. “aku juga pernah. Waktu di perpustakaan,tiba – tiba buku berjatuhan. Lalu di sebuah buku terdapat sebuah mawar dan selembar kertas yang berisi ancaman. Anehnya lagi, Firda,Bobi, dan Rozaq tiba – tiba datang menolongku” sahut fida. “kenapa ya? Saat ada mawar merah dan selembar kertas ancaman, selalu ada salah satu dari mereka.”Kata Risky.“ mungkin mereka yang melakukannya?” tuduh Wayan. “ tetapi untuk apa mereka melakukan semua itu? ” tanya fida. Setelah sampai di rumah Risky, akhirnya Wayan dan fida pulang kerumahnya masing-masing.
Keesokan harinya, Risky, Wayan, dan fida menuduh Firda, Bobi, dan Rozaq sebagai dalang atas kejadian-kejadian aneh yang menimpanya.Tentu saja, Firda, Bobi, dan Rozaq membantah atas semua tuduhan yang mengarah kepadanya.Tetapi Risky mempunyai bukti bahwa merekalah pelakunya. Setelah suasananya semakin panas, Risky mengancam akan melaporkan hal ini kepada kepala sekolah yang tidak lain tidak bukan adalah ayah Wayan. Firda, Rozaq, Bobi pun membela diri dan mereka akan membuktikan bahwa mreka tidak bersalah. Sejak saat itu hubungan antara Firda, ona, Bobi menjadi kurang baik.
After the incident Rozaq, Bobi, and Firda memulai penyelidikan mereka secara diam-diam. Sepulang sekolah mereka berniat untuk kerja kelompok di perpustakaan.Sewaktu di perpustakaan mereka teringat kejadian yang menimpa Kholiq.Mereka pun menyusuri seluruh perpustakaan.Mulai dari tempat fida terjatuh mulai dari kolong rak buku, lantai, membuka satu per satu buku yang berjatuhan, serta berdiskusi tentang analisis mereka .Tanpa sengaja Rozaq melihat sesuatu yang aneh.Dengan sigap Bobi melihat lebih teliti sesuatu yang telah dilihat Rozaq.Ternyata, memang ada sesuatu yang mengkilap.Tiba-tiba di rak buku nomer 4 Bobi menemukan sehelai senar yang kasat mata.Lalu mereka mencari dari mana asal benang tersebut.Ternyata benang tersebut berakhir di rak buku nomer 8 yang susunan bukunya acak-acakan, seperti asal menyusun.Lalu mereka berpikir ada yang sengaja menjatuhkan buku-buku tersebut.Kebetulan fida berada di perpus, lalu mereka menanyakan kronologi kejadian yang menimpa Kholiq di perpus waktu itu.Kemudian mereka menanyakan dimana Kholiq meletakkan kertas ancaman. Kholiq tidak tahu dimana kertas ancaman itu karena waktu itu Kholiq sedang shock, Kholiq menyarankan agar mereka menanyakan ke petugas perpustakaan dan ia meminta ma’af karena tidak bisa membantu mereka.
Waktu mereka menanyakan dimana kertas itu berada, petugas perpustakaan mengatakan bahwa semua sampah kertas yang ada di perpus dibuang di tempat pengolahan sampah kertas.Tetapi dalam seminggu ini petugas pengolahan sampah belum mengambil sampah yang ada di perpustakaan.Akhirnya mereka mencarinya diseluruh tempat sampah kertas yang ada di perpustakaan. Setelah setengah jam mereka mencari, akhirnya mereka menemukan kertas tersebut. Ternyata surat tersebut tertulis dengan darah. Lalu, Bobi teringat saat ia meninggalkan Wayan di tengah jalan. Wayan pernah menanyakan tentang selembar kertas yang ia temukan di tengah jalan. Mungkin itu ada hubungannya dengan ini.Lalu, mereka sepakat untuk menyelidikinya besok.
Keesokan harinya, mereka bertiga menanyakan kepada Wayan tentang kertas tersebut.Awalnya Wayan lupa.Namun, mereka bertiga tetap memaksa Wayan untuk berusaha mengingatnya.Dan akhirnya, setelah ia berusaha mengingatnya, ia ingat bahwa kertas itu telah ia buang di pinggir jalan tersebut. Lalu mereka menanyakan lagi apa isi kertas tersebut, namun untuk kali ini Wayan tidak bisa mengingat isi kertas itu karena pada waktu itu.Wayan tidak terlalu menghiraukan isi kertas tersebut. Mereka pun pasrah.
Bel pulang pun berbunyi, mereka bergegas untuk menuju ke tempat dimana Wayan menjatuhkan kertas tersebut.Setibanya disana, suasana di jalan sangat sepi dan itu sangat menguntungkan bagi mereka untuk memulai pencarian. Setelah ber jam – jam mencari, mereka pasrah karena tidak dapat menemukan kertas. Karena mereka terlalu lelah mencari, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Lalu mereka duduk-duduk di pinggir jalan. Tiba-tiba angin berhembus membawa selembar kertas terbang di hadapan mereka . “wah, ada kertas yang tampak aneh!” kata Bobi. “ wah jangan-jangan?” tebak Rozaq. “ayo kejar!!?” spontan Firda menyahut. Akhirnya mereka mendapatkan kertas yang terbang tersebut. Lalu mereka membandingkan kertas itu dengan kertas yang mereka temukan sebelumnya. Ternyata kertas tersebut memiliki cirri-ciri yang sama dengan kertas yang mereka temukan sebelumnya. Dari kedua kertas tersebut mereka berusaha mencari sebuah petunjuk. Karena mereka sudah lelah, mereka pun menyerah dan melanjutkan pada keesokan harinya.
Paginya, saat istirahat mereka berusaha mencari petunjuk di kedua kertas yang telah mereka temukan. Tapi mereka masih belum bisa menemukan petunjuk apapun. Lalu mereka memutar otak. Tiba-tiba mereka ingat, waktu Risky pingsan, Risky memegang selembar kertas. Setelah itu mereka bertanya kepada Risky. Sayangnya Risky tidak mau menjawab karena Risky mengira mereka akan menghilangkan bukti tersebut. Risky menjadi kesal dan pergi meninggalkan mereka. karena Risky tidak mau memberitahukan dimana letak kertas tersebut mereka pun berpikir untuk menghentikan penyelidikan ini untuk beberapa saat karena ada tugas yang harus mereka selesaikan.
Merekapun memutuskan untuk menyelesaikan tugas itu di perpustakaan saat itu juga karena deadlinenya sudah dekat. Jadi, mereka memutuskan berlembur di perpustakaan karena semua bahan tersedia di sana. Karena hari sudah terlalu malam, orang tua mereka menyuruh mereka untuk segera pulang. “ Hei guys, bagaimana kalau kita lewat lorong tempat Risky terjatuh sekalian menyelidiki” cetus Rozaq. “ Tapi..tapi disana kan gelap, jangan lewat sanalah, terlalu berbahaya!” Firda pun merinding. “ Gapapalah, kita kan bertiga. Ayo cepat keburu malam” jawab Bobi dengan berapi-api. Bobipun mengawali menuju ke lorong diikuti Rozaq dan Firda. Tiba-tiba, sesosok gadis tampak sedang membawa belajaan yang sangat banyak. Tanpa sengaja, gadis itu terjatuh tanpa tahu sebabnya. Bobi, Rozaq dan Firda pun bergegas menolong gadis itu. Setelah mereka membantu mengambil barang-barangnya dan bertanya kepada gadis itu.” Siapa kamu? Aku tidak pernah melihat kamu disini sebelumnya? Apa kamu anak baru? “ repet Firda. Namun, gadis tersebut diam seribu bahasa. Ia tampak takut dan menyembunyikan wajahnya. Dengan sigap gadis itu merampas barang-barangnya lalu gadis itu kabur.
“kenapa gadis itu kabur dari kita? Apa kita tampak menakutkan? Jangan-jangan dia kabur karena kita bertiga belum mandi?” Bobi bertanya-tanya. “Haaa, kamu itu ada-ada saja. Tapi, sepertinya aku pernah melihat wajah gadis itu?” Rozaq berpendapat. “ Sudah-sudah ayo kita pulang jangan dibahas sekarang. Aku sudah dicari orang tuaku niih. Ayoo!!” Firda meminta dengan wajah memelas. “ Ya sudah ayoo cepat!!!” sekali lagi Bobi mengawali pulang.
Keesokan harinya di sekolahpun mereka masih membahas gadis misterius semalam. Dan memutuskan untuk melanjutkan tugas yang kemarin tertunda di perpustakaan. “ bagaimana kalau nanti kita melanjutkan tugas di sekolah saja, kali aja dewi fortuna berpihak pada kita” sahut Rozaq. “ide yang bagus, Lalu kitd bertemu Artikel Baru ITU Bokep Lagi Dan kasus dekat, yeeey: D "Firda menyemangati. "Yaa mari kita berharap" jawab Bobi.
Bel berdering. Langsung, mereka pergi ke perpustakaan. Dalam perjalanan ke perpustakaan, mereka tidak lagi membahas tentang gadis misteri. Tak heran karena batas waktu terlalu dekat. Jadi, pada saat itu mereka benar-benar lupa tentang gadis itu dan juga kasus bahwa mereka harus memecahkan. Di perpustakaan mereka berusaha sangat keras untuk mengakhiri tugas mereka sampai lupa waktu. "Hei guys, hanya untuk informasi Anda Aku terlalu lelah sekarang. Saya pikir saya tidak bisa menahan ini lagi "kata Firda. "Yeaah aku juga, tapi apa yang bisa saya lakukan? kita harus ingat batas waktu "jawab Bobi. "Ya, lebih baik kita lakukan sedikit demi sedikit daripada banyak ketika batas waktu di wajah" lanjut Rozaq. "Ok ok, dipahami" Firda menjawab. "Tapi sekarang, jangan Anda pikir kita punya masalah?" Tanya Rozaq mereka berdua. "Masalah? Masalah apa? "Firda tampak bingung. "Tentu saja kami memiliki banyak masalah seluruh yon hidup?" Jawab Bobi juga. "Ok, apa waktu itu? "Tanya Rozaq lagi. "Ehm, 07.30. Apa? "Jawab Firda shock. "Apa yang harus kita lakukan?" Kata Rozaq kepada mereka. "Kuncinya ada pada Anda, bukan. Jadi, santai saja "kata Bobi untuk menenangkan mereka berdua. "OMG, ibuku hanya menelepon saya beberapa saat yang lalu. Saya pikir, dia akan marah "Firda kaget. "OK, mari kita pulang. Dan kita harus tetap satu sama lain sehingga situasi ini tidak pernah terjadi lagi. Sama seperti mencintai setiap sedikit waktu. "Jelas Rozaq. "Ya, aku akan menjaga bahwa dalam pikiran saya" jawab Bobi. "Huft, ibu saya tidak marah lagi." Kata Firda kepada mereka. "Itu melegakan." Jawab Rozaq.
Setelah menyiapkan semua barang-barang tersebut, mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat. Tapi, ketika mereka berlari mereka melihat orang tua dan gadis muda berjalan berlawanan arah Artikel Baru kitd. Mereka tampak mencurigakan.
"Guys, bagaimana jika kita bertemu dengan mereka. Siapa tahu dia adalah gadis "Bobi disarankan. "Tapi kita harus pulang. Sudah terlambat "Firda khawatir sakit. "Ayolah, hanya satu menit. Siapa yang tahu? "Bobi memaksa mereka. "Aku terlalu lelah Cho. Aku hanya ingin berbaring di tempat tidur saya, "ujar Rozaq kepada mereka. "Come on guys. Apakah Anda tidak ingin semua berakhir? "Bobi masih memaksa mereka untuk melihat mereka." OK, tapi Anda hanya perlu 5 menit. ". Akhirnya, mereka lari untuk melihat mereka. Karena, mereka sudah terlambat untuk mengejar mereka sehingga mereka kehilangan gadis itu. Jadi, mereka memutuskan untuk pulang. Tapi, dalam perjalanan ke pintu gerbang tiba-tiba mereka bertemu dengan gadis misteri. Ketika, Bobi ingin menangkapnya, ia menghadapi mereka. Bahkan, dia bukanlah gadis mistery tapi dia Risky. Tentu saja mereka bertiga terkejut. "Hei apa yang kamu lakukan di sekolah ini?" Tanya Risky. "Ehm .. kami baru saja menyelesaikan assigment kami. Dan Apa yang kamu lakukan? Aku mendengar assigment Anda selesai. Jadi? "Jawab Bobi. "Apakah masalah Anda? Btw, saya tahu mengapa kalian semua harus di sekolah ini pada malam hari. Ayolah, jangan berbohong padaku. Anda hanya meminta minta maaf saya dan mengatakan yang sebenarnya. Itu hanya buang-buang waktu. Atau jika minggu ini semua Anda tidak akan mengatakan yang sebenarnya dan meminta minta maaf saya itu dapat menyebabkan Anda semua drop out. Anda sudah tahu kebenaran kan? ". Risky menjelaskan kepada mereka. "Anda harus percaya kita. Aku tidak melakukan apa pun pada Anda! "Jawab Firda cepat. "Ya, mengapa kita harus meminta minta maaf Anda?" Kata Bobi cepat. "Jangan berbohong padaku. Katakan saja yang sebenarnya dan minta maaf. "Risky memaksa mereka. "Hanya untuk informasi, ini adalah kebenaran dan akan kebenaran selamanya. Dan sekarang, maafkan kami kami ingin pulang cepat karena orang tua kita sedang cemas. Lihat Anda dan memiliki malam yang baik. Assalamualaikum "kata Rozaq dan hanya pergi bersama mereka.
Semua dari mereka mengatakan apa-apa setelah bertemu Risky. Mereka terus diam sampai mereka berpisah untuk pergi ke rumah mereka sendiri.
Hari demi hari yang tersisa, mereka memutuskan untuk berkumpul di perpustakaan pada sore hari. Mereka mulai dengan diam. Dan Firda mulai berbicara dengan mereka "Bagaimana kalau kita hanya meminta dia meminta maaf, bahkan kami tidak melakukan apa-apa.". "Benar-benar tidak setuju. Mengapa kita harus meminta minta maaf padanya? "Jawab Rozaq. "Anda berarti kita harus menyerah? Tidak ada cara "Bobi berkata cepat. "
Comments
Post a Comment
Please !!! and don't forget to like this https://www.facebook.com/CescKakaysAxdminlanjut