JAKARTA – Bukti baru sungguh mengejutkan. Ternyata bangsa Mesir kuno telah memahami ilmu tentang mekanisme sistem bintang biner. Sistem ini menggambarkan bahwa bintang berputar melalui langit kita sekitar perjalanan 93 tahun cahaya.
Mereka telah menemukan cara modern tentang perhitungan bintang ini lebih dari 3.200 tahun yang lalu. Tidak hanya itu, perhitungan khusus mereka telah membantu mendukung penyelidikan ilmiah yang baru muncul beberapa tahun lalu.
Sistem dua bintang (biner) yang berputar di landasan satu sama lainnya pertama kali di temukan dan di catat sebagai penemuan ilmiah oleh astronomi modern John Goodricke pada 1783.
Mereka melihat bagaimana Algol juga dikenal sebagai Bintang Setan tampaknya menurunkan cahaya kecerahan selama beberapa jam setiap 2,87 hari, dan dia yang pertama berteori bahwa ini adalah dua bintang menghalangi cahaya masing-masing dalam kaitannya dengan Bumi.
Seperti dikutip dari situs NASA, Jumat (4/5), ternyata penemuan John Goodricke bukan pertama kalinya. Nyatanya, orang Mesir telah menemukan pengetahun ini jauh sebelumnya sekitar 3.000 tahun yang lalu.
Orang Mesir menggunakan bintang kembar (bintang-gazers), untuk mencatat tentang perubahan di langit. Mereka juga menggunakannya untuk memprediksi keberuntungan dan kesialan yang akan dialami seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika peneliti Finlandia mempelajari Kalender Kairo, mereka menemukan kalender itu berisi mengenai ramalan hari baik dan buruk pada tahun 1200 Sebelum masehi. Penemuan itu sangat mengejutkan dan dapat dipakai saat ini.
Bangsa Mesir Kuno tidak hanya melakukan observasi, mereka juga membuat kesimpulan dan perhitungan untuk mengetahui mekanisme bagian dalam bintang berbentuk grafis. Dua siklus yang terlihat dalam kalender Kairo, satu berlangsung 29,6 hari hampir persis seperti siklus bulan. Dan yang lainnya adalah 2,85 hari, ungkap peneliti dari University of Helsinkidi Finlandia
Orang Mesir juga membuat perhitungan yang sangat spesifik, mereka tampaknya telah memecahkan teka-teki yang sangat modern.
Sistem Algo telah dikonfirmasi sebagai sistem tersier tiga bintang secara total. Bintang ketiga lebih jauh dari dua lainnya, dengan Algo A dan B berputar di sekitar satu sama lain pada jarak kira-kira setengah jarak dari Bumi ke Matahari, dan Algo C hampir enam kali lebih jauh.

Comments
Post a Comment
Please !!! and don't forget to like this https://www.facebook.com/CescKakaysAxdminlanjut