INFO - Design Kamar


Desainer interior kondang, Anies Walsh mengatakan, unsur-unsur penting yang perlu kita perhatikan dalam mendesain kamar anak antara lain unsur kenyamanan, kesehatan, keergonomisan, keamanan, dan keindahan.
Mantan Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia yang akrab disapa Anies ini selanjutnya mengemukakan bahwa dalam mendesain kamar anak, sebaiknya anak disertakan. Tujuannya agar orang tua tahu apa yang diinginkan dan diimpikan sang anak.
Namun menurut pemilik sekaligus Direktur PT ATT Design ini, orang tua harus tetap mengarahkan pilihan anak agar sesuai bujet dan sesuai dengan prinsip-prinsip interior yang baik dan sehat.
Pilihan ini tentu tergantung umur anak, apakah anak berusia bayi, balita, menjelang remaja, remaja, atau sudah menjelang dewasa. Golongan usia ini terutama menentukan jenis desain dan furnitur di dalam kamar mereka karena masing-masing memiliki kekhasan tersendiri.
Kenyamanan
Supaya kamar anak nyaman, Anies menyarankan agar bahan-bahan interior dipilih dari materi yang sehat, tahan lama, dan mudah pemeliharaannya. Selain itu, bukaan jendela menurut Anies sebaiknya juga dibuat maksimal sehingga sirkulasi udara baik dan kamar cukup mendapat cahaya matahari.
Jika juga digunakan sebagai tempat belajar, kamar anak menurut Anies sebaiknya juga perlu cukup cahaya lampu. “Pastikan ada cahaya putih di atas meja belajar,” kata Anies. “Upayakan ada lampu tidur dan sebuah wall lamp atau lampu meja yang bisa digunakan saat ia tidur,” kata alumni ITB ini.
Soal kenyamanan kamar anak, seorang penulis buku desain interior, Santi Widiasih mengatakan, anak akan betah di kamarnya bila mereka bisa beraktivitas di kamar sesuai keinginan mereka. “Seberapa jauh keinginan yang dimaksud di sini bisa dilakukan anak, tentu berbeda-beda, tergantung aturan setiap keluarga itu sendiri,” ujar Santi.
Luas Kamar
Bagaimana bila kamar tidak terlalu luas? Apakah kamar bisa dibuat nyaman? Menurut Anies, untuk membuat nyaman sebuah kamar dengan ukuran yang tidak terlalu luas banyak hal bisa dilakukan. Misalnya, kita bisa menggunakan furnitur built in dan memaksimalkan fungsi ruang dengan penempatan furnitur secara efisien.
“Misalnya, rak-rak buku dan rak-rak barang diletakkan di sepanjang dinding, lemari pakaian dibuat sampai ke atap, kabinet penyimpanan diletakkan di boks bawah tempat tidur, atau menggunakan sistem tempat tidur tingkat, lipat, dan sebagainya,” papar Anies.
Senada dengan Anies, Santi mengatakan agar terkesan nyaman, kamar anak yang tidak terlalu luas bisa disiasati dengan memanfaatkan meja atau tempat duduk yang di dalamnya bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang atau buku-buku mereka. “Selain itu, kita juga bisa memilih furnitur yang mudah dipindahkan atau moveable,” katanya.
Menurut kedua desainer interior ini, luas kamar ideal pada dasarnya relatif. “Ukuran 3 x 4 meter sudah bisa dianggap nyaman bagi anak,” kata Anies. Menurutnya, ukuran amat fleksibel sifatnya karena sekecil apa pun ruang tidur jika diatur dengan baik tetap bisa menjadi nyaman.
Keamanan
Selain kenyamanan, hal penting yang perlu kita perhatikan dalam mendesain kamar anak adalah faktor kesehatan dan keamanan. Penempatan barang-barang berbahaya seperti kipas angin dan outlet listrik, misalnya, perlu diperhitungkan agar tidak membahayakan anak.
“Di kamar balita, misalnya, kita jangan menempatkan kipas angin di bawah,” papar Anies. “Begitu juga outlet listrik, sebaiknya memakai protector outlet,” ia menambahkan.
Menurut mantan finalis Putri Ayu Indonesia 1992 ini, untuk keamanan anak, hindari adanya kabel-kabel listrik yang bergelimpangan di dalam ruangan. “Furnitur sebaiknya juga dipilih yang tidak tajam, cat-cat tidak mengandung racun, dan hindari menempatkan karpet di kamar anak yang punya penyakit asma,” kata Anies.
Ramah Lingkungan
Soal desain kamar yang mendorong anak berperilaku ramah lingkungan, menurut Santi, bisa dilakukan dengan membiasakan pola hemat listrik di kamar anak. “Misalnya, pola menghemat penggunaan lampu dan pendingin ruangan kamar,” kata Santi memberi contoh.
Sementara itu, menurut Anies, perilaku ramah lingkungan anak juga sangat tergantung pengajaran yang ditanamkan orang tua dan lingkungan si anak itu sendiri. “Jika anak diberi pengertian tentang perilaku ramah lingkungan dalam keseharian, menurut saya, ia akan peduli dan memiliki pola sikap ramah lingkungan. Tidak tergantung interior kamarnya,” kata Anies.
“Tetapi jika kamar anak dibuat dekat dengan alam, menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan atau dari bahan daur ulang, lantas anak dijelaskan mengapa demikian maka anak akan mengerti konsep ramah lingkungan itu,” kata dia.

Comments