Piramida bukanlah
berasal dari Mesir, bukan pula pertama kali di buat di Mesir. Piramida adalah
bagian dari awal mula peradaban Nuswantara yang harus segera dibuktikan
kebenaran sejarahnya, oleh Bangsa Nuswantara. Di antara warga Nusantara
(sekarang Indonesia) yang meyakini bahwa piramida pertama kali dibuat di
Nusantara adalah komunitas Turangga Seta yang informasi mengenainya dapat di
akses di (lakubecik.org) dan dalam Facebook GregetNuswantara.groups.facebook.com
Hingga saat ini berbagai upaya penelitian yang dilakukan atas tuntutan
keilmuwan public telah dilakukan oleh Turangga Seta atas bukti-bukti yang
berserakan. Tuntutan keilmiahan suatu penemuan antara lain dilakukan dengan
uji-uji dan kajian menggunakan metode mainstream/sains Barat atau Ilmiah yang
baku. Turangga Seta sendiri berkali-kali menyatakan bahwa penemuan dilakukan
dengan metode M.I.T (Menyan Institut of Technologi) atau teknologi Menyan
(menyan-dupa-hio), yang dibakar sebagai medium yang menghantarkan pada jalan
dan proses penentuan kordinat lokasi (baik lokasi bangunan terkubur maupun
temuan dan laku (cara) yang harus dilalui sebagai bagian dari mengikuti
tatacara Leluhur dan menghormati Ajaran Leluhur. Sebagai bagian dari bukti-bukti
sejarah peradaban Nuswantara yang belum terungkap, piramida memang masih
kontroversi, sesungguhnya akan lebih kontroversi lagi apabila terkuak bahwa
bangunan di Nuswantara tidak hanya pyramid. Bangunan-bangunan besar yang
sedianya kini hanya ada di negeri-negeri Eropa ternyata ada di Nuswantara sebut
saja acropolis (keprabon dalem) atau Dome. Tentunya informasi tentang bangunan
tersebut belum dapat diterima oleh nalar bangsa Indonesia yang mayoritas
dikungkung atau dihegemoni oleh pemikiran dan ilmu pengetahuan sejarah yang
berasal dari Barat (Belanda, Inggris, Amerika Serikat). Sejarah dunia,
sebagaimana ilmu pengetahuan sains atau social dikuasai dan dihegemoni oleh
pengetahuan dari Barat. Jikalau kita mau kritis, ada berbagai fakta sejarah
yang terjadi di Nusantara tidak dicatat atau masuk dalam percaturan sejarah
dunia. Misalanya jika kita membaca peta Dunia yang dibuat abad ke-16
menunjukkan bahwa Nuswantara masih dianggap suatu tempat yang manusianya belum
beradab (lihat gambar). Disamping itu, pada masa modernpun Indonesia Nusantara
tidak dimasukkan dalam suatu percaturan politik dunia yang diperhitungkan,
padahal pada realitasnya tahun 1955, Indonesia menjadi tuan rumah bertemunya
bangsa-bangsa kulit berwarna Asia-dan Afrika yang dijajah Barat dan lambat-laun
satu persatu Negara-negara di Asia dan Afrika merdeka dari belenggu penjajahan
politik barat… Untuk sejarah Nuswantara pengkaburan dan kesesatan informasi
mengenai sejarahnya semakin bertambah parah sejak sejarah di Nusantara
diajarkan di sekolah-sekolah dengan system pengajaran modern (barat). Ketika
para pengajar, ilmuwan sejarah pun berguru ke negeri (beasiswa) yang secara
sains ‘menguasai’ “mendominasi’ wacana ‘paradigma’ ‘kebenaran’ sains dan ilmu
pengetahuan social, maka dengan tanpa kajian kritis banyak dari para pengajar
akhirnya menginternalisasi kebenaran sejarah tentang Indonesia dari sejarah
yang diajarkan oleh bukan orang Indonesia, utamanya penjajah.. Berikut ini
antara lain gambaran pembacaan Turangga Seta atas relief di Candi Penataran
yang melukiskan bahwa raja Nuswantara mempunyai dua orang (dibelakangnya)
sebagai pengawal dan seorang yg menyembah di depannya (bangsa Yahudi)
Comments
Post a Comment
Please !!! and don't forget to like this https://www.facebook.com/CescKakaysAxdminlanjut