CERPEN
PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA
Karya : bagas danur. r
Suatu hari, hiduplah Pak
Bagas dan anaknya Syafi’I, dan pada suatu hari beberapa tahun lalu ibunya
Syafi’I meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Syafi’I pun sedih
melihat itu. Beberapa tahun kemudian di pagi hari yang begitu cerah, Pak Bagas
dan Syafi’I sedang berbincang – bincang di suatu jalan di kota Paris dan Pak
Bagas juga kebetulan mengadakan pertemuan dengan Pak Abdy. Namun Pak Bagas
belum menemukan keberadaan Pak Abdy. Lalu Syafi’I melihat keberadaan Pak Abdy
dan dilihatnya dia sambil membaca buku. Mereka pun menghampirinya dan setelah
itu mereka bincang – bincang hingga panjang lebar. Karena Syafi’I merasa bosan
mendengar pembicaraan mereka, akhirnya dia pun pergi dan berpamitan dengan Pak
Bagas dan Pak Abdy dan juga sekaligus makan - makan karena dia merasa lapar.
Namun sebelumnya mereka akan merencanakan akan segera ke stadion Camp Nou untuk
melihat pertandingan El-Classico dengan naik kereta express di jalan Lyon. Namun
jarak dari sana agak jauh. Dan Pak Bagas sudah mengetahui arah jalan pintas,
sehingga mereka dapat ke stasiun dengan tenang.
Setelah Syafi’I pergi meninggalkan mereka. Mereka pun
berbincang – bincang tentang masalah kisah 10 tahun yang lalu yang mereka alami
sejak SMP.
“Aku masih memikirkan masalah 10 tahun yang
lalu(murung)” kata Pak Abdy
“Sudah…………. (sambil menepuk bahunya) jangan
kau pikirkan masalah itu lagi, biarkan berlalu aja. Kan itu sudah terjadi,
tidak usah kau pikirkan lagi.” Pak Bagas membalasnya
“Ya makasih (agak senang) berkat kau, aku udah
gak seberapa sedih.” tuturnya
“Ya sama – sama(sambil tersenyum)”
Karena terlalu lama
berbincang – bincang, mereka pun segera bergegas ke stasiun di jalan Lyon.
Disaat yang
sama Syafi’I sudah berada di jalan Lyon dan dia juga merasa kenyang karena
habis makan - makan di restaurant. Tiba – tiba Syafi’I mendengar sebuah petikan
lagu yang di mainkan oleh seorang pemuda misterius. Dari pada penasaran,
Syafi’I langsung menghampirinya
“Assalamuallaikum……………… permisi pak” Syafi’I
berkata
“Wa’alaikumsalam………….. (sambil menaruh
gitarnya) ada apa ya? Silahkan duduk dulu.” Pak Diky menjawab.
“Oh ya……….. makasih (duduk). Rasanya aku
pernah dengan yang di mainkan Bapak tadi. Tapi aku lupa lagu
itu??” Syafi’I bertanya.
“Oh…………… itu lagunya Peterpan yang
judulnya Semua Tentang Kita” jawabnya.
“Oh ya………… Peterpan!!! (sambil
menunjukkan jarinya sekarang aku baru ingat”, tuturnya
Setelah itu mereka berbincang – bincang hingga panjang lebar
dan kemudian muncul Pak Abdy dan Pak Bagas dan mereka pun terkejut dengan
kedatangan Pak Diky.
“Pak Diky???(sambil menatap mata kemudian
sambil mengucekkan mata). Beneran???” Pak Abdy
dan Pak Bagas terkejut
“Emangnya ada apa sih?
Kelihatannya gak biasa?” Syafi’I begitu bingungnya
“(sambil menepuk badannya)
Kok bisa kamu hidup, bukannya kamu sudah terseret arus sungai?” Pak Abdy
hingga begitu kaget
Dan kemudian Pak Diky
membahasnya hingga detail.
“Ya memang waktu itu arusnya sangat deras
hingga kalian tidak bisa memegang tanganku. Setelah itu,
kebetulan ada penduduk desa sebelah dan kemudian juga menolongku
dari mautku. Selain itu mereka juga menyekolahkanku hingga dapat gelar S1 di
London.” bahasnya
Pak Abdy, Pak Bagas dan
Syafi’I hanya bisa bertepuk tangan mendegar pembicaraan Pak Diky. Pak Bagas
melihat jam tangannya menunjukkan bahwa keretanya segera berangkat. Syafi’I
ingin mengajak Pak Diky berangkat bersama – sama dan Pak Bagas mengijinkannya
dan akhirnya mereka pun berangkat ke stadion Camp Nou dengan naik kereta
express. Dan setelah kejadian itu mereka menjadi teman sejati yang tak akan
terpisah hingga akhir waktu.
Comments
Post a Comment
Please !!! and don't forget to like this https://www.facebook.com/CescKakaysAxdminlanjut