Sebetulnya menurunkan berat badan sama seperti ekonomi. Jika kalori yang dibakar lebih banyak daripada kalori yang dikonsumsi, berat badan Anda akan turun. Namun, jika kalori yang dibakar kurang dari kalori yang dikonsumsi, maka berat badan Anda akan naik. Ini adalah hal yang tidak dapat dipungkiri. Perbedaan secara individu terjadi apabila Anda memiliki laju metabolisme yang rendah, namun prinsip ini masih tetap berlaku. Metabolisme yang lebih rendah berarti Anda membakar kalori lebih sedikit dalam kondisi normal, yang membuat Anda lebih rentan terhadap peningkatan berat badan. Namun, selama Anda mengkonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan yang Anda bakar, berat badan Anda akan turun.
Instruksi
1. Ukur tinggi dan berat Anda sekarang. Ukur berat Anda dalam pon dan tinggi Anda dalam inci. Anda juga perlu mencatat umur Anda.
2. Hitung laju metabolisme basal Anda (Basal Metabolic Rate atau BMR). BMR adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh Anda, bahkan dalam keadaan istirahat. Perhitungan BMR berbeda antara pria dan wanita, jadi gunakan rumus yang tepat:
BMR pria = (10 x Berat) + (6.25 x Tinggi) – (5 x Umur) + 5
BMR wanita = (10 x Berat) + (6.25 x Tinggi) – (5 x Umur) – 161
Contohnya, pria dengan berat 150 pon, tinggi 66 inci, dan berusia 40 tahun akan memiliki BMR sebesar 1.718 kalori, sementara wanita dengan usia, tinggi, dan berat yang sama akan memiliki BMR sebesar 1.552 kalori per hari.
3. Tambahkan aktivitas-aktivitas fisik yang cukup mengacu pada jumlah kalori yang terbakar untuk aktivitas tersebut. Banyak sumber online yang dapat Anda lihat untuk dapat memperoleh informasi mengenai jumlah kalori yang dibakar atas aktivitas fisik tertentu. Contohnya, apabila seorang pria bersepeda ringan selama sejam, dia akan membakar 422 kalori tambahan, sehingga total kalori yang terbakar pada hari itu (ditambahkan BMR) adalah 2.140 kalori.
4. Jumlahkan semua kalori yang dikonsumsi selama sehari. Jumlah kalori biasanya tercatat pada kemasan makanan, atau Anda juga dapat mencarinya online. Contohnya, apabila Anda makan 3 porsi makan dengan total kalori 800, 600, dan 600 kalori maka total kalori yang Anda konsumsi adalah 2.000.
5. Kurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi dengan jumlah kalori yang Anda bakar. Apabila hasilnya merupakan bilangan negatif, maka Anda akan mengalami penurunan berat badan. Kondisi ini disebut kondisi defisit kalori. Apabila hasilnya bilangan positif, maka Anda perlu mengubah pola makan Anda atau menambah aktivitas fisik untuk menciptakan defisit, karena berat badan Anda akan meningkat apabila dibiarkan. Misalnya, seorang pria akan memiliki 140 defisit kalori apabila kalori yang dikonsumsi adalah 2.000 dan jumlah kalori yang dibakar adalah 2.140.
6. Ulangi penghitungan ini setiap hari selama seminggu atau lebih dan ambil rat-rata hasilnya untuk mendapatkan perkiraan yang lebih akurat. Apabila Anda mengukur kalori Anda selama seminggu, bagi 7. Contoh, apabila Anda menambahkan +100, -600, -300, +300, -600, -400, dan +100, maka Anda akan memperoleh angka -1.400. Bagi dengan 7, sehingga rata-ratanya adalah -200. Berarti, Anda mengalami defisit kalori sebesar 200 kalori per hari.
7. Bagi 3.500 dengan defisit kalori Anda untuk memperoleh laju penurunan lemak. Contohnya, bagi 3.500 dengan 200, menghasilkan 17.5. Artinya, berat badan Anda akan turun sebanyak satu pon selama 17.5 hari, atau kurang dari 2 pon per bulan. Apabila jumlah rata-rata yang Anda peroleh adalah bilangan positif, berarti laju yang Anda peroleh adalah laju kenaikan berat badan.
Comments
Post a Comment
Please !!! and don't forget to like this https://www.facebook.com/CescKakaysAxdminlanjut